Thursday, July 30, 2009

Under circumstances,,, then you can do it


Hanya jeda 1 minggu, saya harus menghadiri Tasyakuran anak bungsu. Tidak terasa Agil sudah lulus SD dengan nilai yang baik. Keinginan Pa adalah menyekolahkan di sebuah sekolah Islam di Jakarta selatan, dimana kakak nya juga lulusan dari sekolah yang sama. Saya yakin, jika ini keinginan yang tulus dan atas seijin Allah,, Insya Allah akan dikabulkan. Mudah-2an apa yang di ingin kan Pa akan terlaksana.

Alhamdulillah,,, Agil dapat bersekolah di sekolah yang dia inginkan. Keadaan mengharuskan saya mengajarkan dia untuk pulang dengan menggunakan kendaraan umum dan lain nya yang harus dilakukan sendiri. Berat ? ya,, memang, tapi harus. Bersamaan dengan berlalu nya waktu, sepulang sekolah anak ku sudah dapat menggunaakan kendaraan umum sendiri. Jangan lupa mengucap Bismillah ya nak,,,,

Power of Love


Cobaan yang paling berat adalah jika kita kehilangan orang yang kita cintai. Kita harus banyak berterima kasih atas kesehatan dan kebahagiaan yang tak terhingga atas apa yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa.
Setahun yang lalu kami mengalami cobaan yang amat sangat berat. Tidak tahu akan berbagi kepada siapa. Tidak ada keberanian untuk berbagi rasa kepada saudara, kerabat dekat. Cobaan demi cobaan dihadapi dengan tegar,,, kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa bahwa jodoh, rejeki dan takdir DIA yang mengatur. Hanya kekuatan dari kami, anak-2, kasih sayang dan cinta yang kami miliki yang membuat kami bisa bertahan dan kuat menghadapinya.
Allah tidak akan memberikan cobaan kepada kita kalau tidak bisa menjalani nya. Cobaan dan perjalanan ini masih jauh,, tapi kami percaya bahwa jalan pasti ada akhirnya.

First Time in My Life without Him....



Kebahagiaan yang diberikan oleh anak-ku adalah rejeki yang ku nikmati dan syukuri. Dan merupakan kebanggaan sendiri buat aku dan suami (yang telah pergi mendahului kami). Memang ini merupakan cobaan yang harus kami hadapi, Insya Allah kami dapat melaluinya. Tepatnya tanggal 21 Juni 2009, saya dan putri sulung menghadiri acara pelapasan anak ke-3 yang baru lulus SMP. Rasa kesendirian menerpa hati ini, kalau suami masih ada tentunya saya akan hadir bersama. Kerinduan merelung hati ini, setitik air mata bergulir dipinggir kelopak. Terlebih pada waktu guru menyebut nama Wiana Ariztriani sebagai the best 10 peringkat 4 dari Nilai Ujian Negara, rasa bangga, terharu menghalau hati ini. Alangkah bahagianya jika Pa ada disamping kami dan turut melihat betapa anak-anak tetap menjadi yang terbaik dalam berprestasi dan dapat membanggakan orang tua. Semoga apa yang telah anak-anak alami tidak menjadikan mereka terpukul.

Terima kasih Ya Allah,,, atas semua yang telah berikan kepada ku,, Semoga aku dapat menjaga titipan MU sampai kelak mereka menjadi anak-anak yang berguna, dapat menjaga nama baik orang tua, menjaga derajat yang telah engkau tingkatkan.

Amien